Museum Gunung Merapi

Indonesia terletak di persimpangan lempeng bumi. Akibatnya, Indonesia menjadi zona seismik. Selain itu, Indonesia termasuk dalam cincin api dari 500 gunung berapi, diantaranya 129 yang aktif. Jumlah itu mencakup 13 persen dari jumlah gunung berapi aktif di dunia. Ini menegaskan kembali bahwa Indonesia terletak di daerah potensial bencana. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk menekan jumlah korban ketika bencana terjadi. Museum Gunung Merapi adalah sebuah Situs wisata baru di lereng selatan Merapi, yang dibangun untuk memberikan solusi untuk masalah diatas. Objek wisata dirancang sebagai konservasi yang sedang berlangsung dan situs pendidikan serta pengetahuan berkembang mengenai bencana gunung berapi, gempa bumi dan bencana lainnya.

Museum ini diresmikan pada tanggal 1 oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantor. Slogan museum ini adalah “Merapi Jendela Bumi“. Bangunan berlantai dua, yang menempati tanah seluas 3,4 hektar. Lantai pertama berisi koleksi museum yang dibagi ke dalam beberapa ruangan dengan tema yang berbeda. Ada gunung berapi dunia, Manusia dan Gunung berapi, bencana gempa bumi dan tsunami, bencana tanah longsor, Diaroma, peralatan survei, ekstra terestrial volcano, dan fasilitas pendukung lainnya.

museum

Sedangkan fungsi lantai dua sebagai ruang teater yang menampilkan film tentang gunung berapi. Suhu dingin akan menyambut anda ketika anda menginjakan kaki di halaman Museum. Jika cuaca bagus, anda dapat menyaksikan puncak Merapi yang elegan dengan pemandangan pepohonan yang teduh dibelakang museum. Pada saat menginjakan kaki di setiap tangga dari halaman museum, ini akan mengingatkan anda pada gerbang utama komplek Candi ratu Boko. Tidaklah berlebihan untuk mengatakannya, karena konsep pembangunan Museum Gunung Merapi berkaitan erat dengan nilai-nilai phylosophical Jawa.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *