Sejarah Munculnya Anak Krakatau

Krakatau zaman purba diperkirakan memiliki ketinggian 2000 meter. Letusan dahsyatnya telah terjadi sejak zaman pra sejarah pada tahun 416 sebagaimana tercatat dalam buku jawa kuno “ Pustaka Raja”, dan menyisakan 3 pulau yakni Rakata, Sertung, dan Panjang. Dalam perkembangan selanjutnya Rakata memunculkan puncak-puncak Danan dan Perbuatan.

gunung

Ledakan dahsyat Krakatau di tahun 1883 telah menghancurkan ¾  bagian tubuhnya.  Selanjutnya Krakatau tenang kembali sejak Februari 1884 sampai Juni 1927. Ketika pada 11 Juni 1927 terjadi erupsi yang berkomposisi magma basa muncul di pusat komplek  Krakatau, yang dinyatakan sebagai kelahiran Gunung Anak Krakatau. Akibatnya Gunung Anak  Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi , membentuk kerucut yang kini mencapai tinggi 300 m dari muka laut. Di samping menambah tinggi kerucut tubuhnya, juga memperluas wilayah daratannya.

Berdasarkan catatan sejarah kegiatan vulkanik, Anak Krakatau sejak lahir 11 Juni 1930 telah mengadakan erupsi lebih dari ratusan kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan itu, umumnya titik letusan berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya dengan waktu istirahat sekitar 1-8 th dan umumnya terjadi 3-4 th sekali berupa letusan abu dan leleran lava. Kegiatan terakhir Anak Krakatau, yaitu letusan abu dan lelehan lava berlangsung mulai 8 November 1992 sampai Juni 2000 dan tahun 2007, 2008, dan 2009.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *